Jun 20, 2009

Saya Sayang Ayah

Hari-hari adalah hari ayah buat saya. Tetapi, dah terlanjur hari ayah diraikan, saya juga ingin turut serta, mengiktiraf kepada dunia, saya punya ayah seperti ayah :)

Sewaktu kecil, saya sangat takut dengan ayah. Ayah selalu denda kami adik beradik kalau tak
hafal. Masa tu kami banyak ketawa, ayah suruh kami tidur pisah2. Kami masih kecil, tidur pisah-pisah malam-malam dalam gelap sangat menakutkan. Masa saya primary school, saya ada bully kawan. Bila mak dia kompelin kat ibu, ayah rotan saya. Saya nangis. Saya benci dengan kawan tu.

Tapi, masih kecil-kecil juga ayah bawak kami pergi jalan. Sampai kami dah besar pun ayah tetap bawak kami pergi jalan. Kita selalu bercuti. Masih kecil-kecil juga ayah ajar kami naik basikal. Saya masih ingat basikal pertama saya. Warna ungu. Sekarang dah besar pun ayah tetap belikan barang untuk kami.

Dahulu, saya tak suka ayah marah-marah. Tapi sekarang saya tahu ayah marah sebab sayang. Saya tahu ayah sayang kami. Kami juga sayang ayah.

Dari kecil tak tahu jalan, sampai dah besar panjang ayah sentiasa di sisi kami. Kalau dahulu ayah garang, sekarang ayah kawan. Saya tak malu nak minta pendapat ayah. Saya tak jemu dengar nasihat ayah. Bahkan waktu ni, saya rindu dengar syarahan ayah di meja makan.

Kata-kata ayah beri saya semangat.
Kata-kata ayah buat saya kuat.
Kadang-kadang kata-kata ayah juga buat airmata saya ni gugur~
uwekkkkkk.

Kalau hari bapa, orang selalu bagi bapa dia hadiah.
Tapi pada saya, kalau bagi ayah hadiah semua harta kat dunia ni pun, masih tak terbalas jasa ayah.
Macam saya pernah kata, hanya DOA sahaja yang mampu saya titipkan bagi ibu ayah dalam setiap sujud saya.
" Ya Allah ampunilah saya dan kedua orang tua saya dan rahmatilah mereka sepertimana mereka merahmati aku sejak kecil lagi"

Ayah kerja kadang-kadang pagi, kadang-kadang malam. Ayah kerja cari nafkah untuk kami semua. Dari tangan ayah, lahir kak nur seorang mutakharrij azhariyah yg cemerlang. Kak idah pula alhafizah yang bakal pakaikan mahkota untuk ayah ibu kat akhirat nanti. Lahir juga adik ailah yang selalu dipuji dengan kecemerlangannya. Walaupun idil tak ada apa-apa, tapi sebab ayahlah idil dapat ilmu, dapat jejakkan kaki di bumi anbiya ini. Terima Kasih, ayah.

Saya tak tahu berapa banyak peluh ayah dah tumpahkan demi kami. Saya juga tak tahu berapa banyak keperitan yang ayah dah lalui untuk kami. Terima Kasih diatas pengorbanan ayah untuk kami.

Ayah, You're the best! Saya puji ayah bukan minta ayah tambah duit poket saya hihi. Saya puji ayah pun bukan saja-saja. Saya puji ayah sebab ayah memang layak untuk dipuji. Terima Kasih ayah, sebab jadi ayah seperti sekarang.

Kadang-kadang, saya silap. Kadang-kadang saya hampakan ayah. Dari dulu-dulu atau mungkin akan datang. Tapi ayah, saya pohon ayah jangan penat didik saya. Ayah jangan penat ajar saya. Dan ayah jangan jemu jadi penyuntik dan pendorong semangat saya. Ayah jadi lighthouse kami k!

Akhir kalam, selamat hari ayah buat ayahanda tersayang~

Lotsa of love, boboy ayah aka singatun. hihi







No comments: